Earn the rewards with Arummi at T&S Club

tnsclub

Earn the rewards with Arummi at T&S Club

cashew nuts for brain function

Manfaat Kacang Mede untuk Fungsi Otak

Kacang mede adalah salah satu kudapan yang sering dijumpai. Perpaduan rasa gurih dan manis, serta kerenyahannya membuat kacang mede menjadi camilan favorit banyak orang. Tak hanya lezat, ternyata kacang mede mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, lho! Salah satunya adalah menjaga kesehatan dan fungsi otak.

Apa saja manfaat kacang mede untuk fungsi otak dan bagaimana cara mengonsumsi kacang mede yang baik? Yuk, kita gali bersama-sama! 

Kandungan Gizi Kacang Mede

Kacang mede mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, kandungan gizi 100 gram kacang mede mentah adalah sebagai berikut:

  • Air: 4,6 gram
  • Energi: 616 kkal
  • Protein: 16,3 gram
  • Lemak: 48,4 gram
  • Karbohidrat: 28,7 gram
  • Serat: 0,9 gram
  • Kalsium: 26 gram
  • Fosfor: 521 mg
  • Zat besi: 3,8 mg
  • Natrium: 26 mg
  • Kalium: 692 mg
  • Tembaga: 4,7 mg
  • Zinc: 4,1 mg
  • Beta-karoten: 5 mcg
  • Vitamin B1: 0,64 mg
  • Vitamin B2: 0,03 mg

Menurut Food Data Central dari Departemen Agrikultur US, dalam 100 gram kacang mede mentah juga mengandung:

  • Magnesium: 292 mg
  • Mangan: 1,66 mg
  • Selenium: 20,7 mcg
  • Vitamin B3: 1,06 mg
  • Vitamin B5: 0,864 mg
  • Vitamin B6: 417 mg
  • Vitamin B9: 25 mcg
  • Vitamin E: 0,9 mg
  • Vitamin K: 34,1 mcg

Apa Saja Manfaat Kacang Mede untuk Fungsi Otak?

Otak adalah organ tubuh yang mengontrol semua yang terjadi pada tubuh. Kesehatan dan fungsi otak juga dipengaruhi oleh zat gizi yang masuk ke tubuh.

Kacang mede mengandung berbagai zat gizi yang penting dalam menjaga fungsi otak, antara lain:

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh untuk berbagai proses metabolisme. Agar bisa bekerja dengan optimal, otak memerlukan energi.

2. Protein

Protein disusun oleh asam amino. Asam amino tertentu dibutuhkan untuk membentuk neurotransmitter, yaitu zat kimia yang berperan mengantarkan pesan dalam tubuh dan mengirim sinyal ke otak

3. Lemak

Otak membutuhkan lemak, khususnya asam lemak tak jenuh rantai ganda, seperti asam lemak omega 3 dan omega 6 untuk membentuk selaput sel saraf otak. Omega 6 dapat diperoleh dari kacang-kacangan, termasuk kacang mede.

4. Vitamin B1 (Tiamin)

Vitamin B1 berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat pada bayi. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penurunan daya ingat.

5. Vitamin B6

Vitamin B6 membantu perkembangan otak dan sistem saraf. Vitamin B6 juga membantu metabolisme zat kimia dalam otak yang dapat menimbulkan rasa tenang. Selain itu vitamin B6 juga berperan dalam pembentukan sel darah merah.

6. Folat

Saat masa kehamilan asam folat berperan dalam pembentukan tabung saraf janin. Kekurangan asam folat saat kehamilan bisa menyebabkan bayi lahir dengan kelainan bawaan. Asam folat juga berfungsi dalam pembentukan selubung saraf otak.

7. Kalsium

Kalsium adalah mineral yang berperan penting dalam pergerakan neurotransmitter, yaitu zat kimia yang membawa dan menyampaikan pesan dalam sistem saraf. Kekurangan kalsium dapat mengganggu kerja otak dan sistem saraf.

8. Zat Besi

Zat besi diperlukan dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Jika kekurangan oksigen, kinerja otak akan terganggu, jika kekurangan oksigen dalam jangka waktu yang lama maka bisa menyebabkan kerusakan otak.

Zat besi juga dibutuhkan untuk pembentukan selubung saraf. Kekurangan zat besi pada 1000 hari awal kehidupan dan menurunkan tingkat kecerdasan anak.

9. Zinc

Zinc adalah salah satu mineral yang yang penting untuk kinerja otak dan membantu meningkatkan daya ingat. Kekurangan zinc bisa mengganggu kerja otak dan mempengaruhi suasana hati.

10. Tembaga

Tembaga diperlukan dalam sintesis neurotransmitter yang bertugas mengirimkan sinyal antar sel saraf, menjaga kesehatan otak, dan fungsi kognitif.

Tips Mengonsumsi Kacang Mede untuk Mendapatkan Manfaatnya dengan Maksimal

Dengan kandungan gizinya, kacang mede mempunyai segudang manfaat untuk fungsi otak. Walau begitu, konsumsi kacang mede tidak boleh berlebihan. Berikut tips mengonsumsi kacang mede untuk kesehatan:

1. Pastikan Kamu Tidak Ada Alergi dengan Kacang Mede

Sebelum mengonsumsi kacang mede, pastikan kamu tidak punya alergi terhadap kacang mede. Jika alergi, akan muncul berbagai gejala setelah makan kacang mede seperti gatal-gatal, susah menelan, bengkak pada mulut, muka, atau bagian badan lain, serta sesak napas.

2. Pilih Varian yang Tidak Digoreng

Proses menggoreng menggunakan minyak goreng akan menambah kadar lemak dalam kacang mede. Jadi, sebaiknya pilih yang tidak digoreng. Kacang mede panggang bisa menjadi pilihan.

3. Hindari Penggunaan Penyedap Rasa

Umumnya penyedap rasa mengandung natrium yang tinggi. Jika kadar natrium dalam tubuh terlalu tinggi bisa menyebabkan darah tinggi. Jadi, hindari menggunakan penyedap rasa.

4. Batasi Gula Tambahan atau Pemanis

Kacang mede sudah mengandung gula yang memberikan rasa manis. Terlalu banyak mengonsumsi gula dan pemanis meningkatkan risiko diabetes melitus.

Rekomendasi Arummi: Konsumsi Susu Kacang Mede Arummi untuk Kesehatan Otak 

Selain sebagai kudapan, kini kamu bisa menikmati kacang mede dalam segelas susu. Rasakan lezatnya kacang mede dan berbagai manfaatnya dengan minum susu kacang mede Arummi. 

Susu kacang mede Arummi tersedia di supermarket terdekat!

Author

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terbaru

Informasi Kesehatan & Nutrisi

Didukung Oleh

Hadirkan kebaikan Arummi lebih dekat ke rumahmu

Berawal sebagai merek yang hanya tersedia secara daring, Arummi telah tumbuh dengan stabil dan kini dengan bangga telah tersedia di 360+ supermarket pada area Jabodetabek, Bandung, dan Bali.