Earn the rewards with Arummi at T&S Club

tnsclub

Earn the rewards with Arummi at T&S Club

artificial sweeteners are different with granulated sugar

Pemanis Buatan - Apakah Aman untuk Dikonsumsi?

Pemanis buatan banyak digunakan sebagai alternatif pengganti gula pasir. Berbagai pemanis buatan diklaim mempunyai jumlah kalori yang lebih rendah dari gula pasir.

Namun, apakah pemanis buatan aman dikonsumsi setiap hari? Artikel ini akan membahas tentang apa itu pemanis buatan, contoh pemanis buatan, serta bahaya konsumsi pemanis buatan.

Apa itu Pemanis Buatan?

Pemanis buatan adalah bahan pengganti gula yang dibuat melalui proses kimiawi. Pemanis buatan memiliki rasa manis yang lebih kuat daripada gula pasir.

Walau begitu, pemanis buatan umumnya mempunyai jumlah kalori yang lebih rendah dari gula biasa. Oleh karena itu pemanis buatan sering digunakan oleh penderita diabetes dan orang yang sedang mengurangi konsumsi gula.

Satu sendok makan atau setara dengan satu gram gula pasir memiliki kalori sebanyak 50 kkal. Sementara itu, kandungan kalori pemanis buatan lebih rendah bahkan ada yang tidak mengandung kalori sama sekali. 

Contoh Pemanis Buatan

Ada banyak pemanis buatan yang beredar di pasaran. Biasanya pemanis buatan digunakan dalam minuman olahan, permen karet, puding, makanan kaleng, selai, produk susu, dan masih banyak lagi.

Berikut beberapa contoh pemanis buatan yang sering digunakan:

1. Aspartam

Aspartam memiliki rasa manis 200 kali lebih kuat dari gula pasir. Pemanis ini sering digunakan dalam minuman bersoda, permen karet, agar-agar, dan sereal. Batas konsumsi aspartam dalam sehari adalah 50 mg/kg berat badan. 

2. Sukralosa

Sukralosa memiliki rasa manis 600 kali lebih kuat daripada gula pasir. Batas konsumsi sukralosa dalam sehari adalah 5mg/kg berat badan.

3. Acesulfame Potassium

Pemanis ini mudah larut dalam air dan stabil saat dipanaskan di temperatur tinggi. Oleh karena itu pemanis ini banyak digunakan dalam produk makanan. Batas konsumsi acesulfame potassium dalam sehari adalah 15 mg/kg berat badan.

4. Neotam

Neotam memiliki rasa yang sangat manis, 7000-13.000 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Pemanis ini sering digunakan dalam makanan rendah kalori. Batas konsumsi neotam adalah 0,3 mg/kg berat badan per hari.

5. Sakarin

Sakarin 300 kali lebih manis dari gula pasir, tetapi tidak mengandung kalori. Sakarin sering digunakan penderita diabetes sebagai pengganti gula karena tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Batas konsumsi sakarin dalam sehari adalah 15 mg/kg berat badan.

Perbedaan Pemanis Buatan dan Alami

Berikut perbedaan pemanis buatan dan alami:

1. Bahan Baku

Pemanis buatan diproduksi menggunakan bahan kimia di laboratorium. Sedangkan pemanis alami berasal dari sumber alami seperti buah-buahan atau tanaman, misalnya tebu.

2. Kandungan Kalori

Pemanis buatan umumnya memiliki sedikit kalori atau tidak ada kalori sama sekali. Sedangkan pemanis alami mengandung kalori. Oleh karena itu, pemanis buatan menjadi alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes. 

Bahaya Mengonsumsi Pemanis Buatan secara Berlebihan

Walaupun mengandung kalori yang lebih rendah, konsumsi pemanis buatan berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi pemanis buatan melebihi batas maksimal harian.

Berikut beberapa bahaya mengonsumsi pemanis buatan berlebihan:

1. Kanker

Berdasarkan penelitian, penggunaan pemanis buatan dalam jangka panjang dapat memicu kanker, seperti kanker payudara dan kanker darah. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

2. Reaksi Alergi

Penggunaan pemanis buatan terutama aspartam juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Beberapa gejala yang terjadi adalah sakit kepala, ruam kulit, diare, dan sulit bernapas.

3. Komplikasi Fenilketonuria

Fenilketonuria adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak dapat memecah fenilalanin. Fenilalanin terdapat pada beberapa pemanis buatan seperti aspartam dan neotam. Oleh karena itu, penderita fenilketonuria sebaiknya menghindari konsumsi pemanis buatan. 

Cara Mengonsumsi Pemanis Buatan dengan Aman

Berikut tips mengonsumsi pemanis buatan dengan aman: 

1. Membatasi Konsumsinya

Konsumsilah pemanis buatan dengan bijak dan tidak melebihi batas maksimal.

2. Perhatikan Reaksi Alergi

Jika muncul tanda-tanda alergi seperti mual, muntah, diare, ruam kulit, dan sesak napas setelah mengonsumsi pemanis buatan, segera hentikan konsumsinya dan periksakan ke dokter.

Rekomendasi Arummi: Susu Kacang Mede yang Rendah Gula

Arummi cashew milk adalah produk rendah gula yang mengandung berbagai zat gizi. Walau rendah gula, rasanya tetap lezat, perpaduan manis dan gurih kacang mede.

Yuk dapatkan Arummi cashew milk di supermarket terdekat!

Author

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terbaru

Informasi Kesehatan & Nutrisi

Didukung Oleh

Pemanis buatan banyak digunakan sebagai alternatif pengganti gula pasir. Berbagai pemanis buatan diklaim mempunyai jumlah kalori yang lebih rendah dari gula pasir.

Namun, apakah pemanis buatan aman dikonsumsi setiap hari? Artikel ini akan membahas tentang apa itu pemanis buatan, contoh pemanis buatan, serta bahaya konsumsi pemanis buatan.

Apa itu Pemanis Buatan?

Pemanis buatan adalah bahan pengganti gula yang dibuat melalui proses kimiawi. Pemanis buatan memiliki rasa manis yang lebih kuat daripada gula pasir.

Walau begitu, pemanis buatan umumnya mempunyai jumlah kalori yang lebih rendah dari gula biasa. Oleh karena itu pemanis buatan sering digunakan oleh penderita diabetes dan orang yang sedang mengurangi konsumsi gula.

Satu sendok makan atau setara dengan satu gram gula pasir memiliki kalori sebanyak 50 kkal. Sementara itu, kandungan kalori pemanis buatan lebih rendah bahkan ada yang tidak mengandung kalori sama sekali. 

Contoh Pemanis Buatan

Ada banyak pemanis buatan yang beredar di pasaran. Biasanya pemanis buatan digunakan dalam minuman olahan, permen karet, puding, makanan kaleng, selai, produk susu, dan masih banyak lagi.

Berikut beberapa contoh pemanis buatan yang sering digunakan:

1. Aspartam

Aspartam memiliki rasa manis 200 kali lebih kuat dari gula pasir. Pemanis ini sering digunakan dalam minuman bersoda, permen karet, agar-agar, dan sereal. Batas konsumsi aspartam dalam sehari adalah 50 mg/kg berat badan. 

2. Sukralosa

Sukralosa memiliki rasa manis 600 kali lebih kuat daripada gula pasir. Batas konsumsi sukralosa dalam sehari adalah 5mg/kg berat badan.

3. Acesulfame Potassium

Pemanis ini mudah larut dalam air dan stabil saat dipanaskan di temperatur tinggi. Oleh karena itu pemanis ini banyak digunakan dalam produk makanan. Batas konsumsi acesulfame potassium dalam sehari adalah 15 mg/kg berat badan.

4. Neotam

Neotam memiliki rasa yang sangat manis, 7000-13.000 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Pemanis ini sering digunakan dalam makanan rendah kalori. Batas konsumsi neotam adalah 0,3 mg/kg berat badan per hari.

5. Sakarin

Sakarin 300 kali lebih manis dari gula pasir, tetapi tidak mengandung kalori. Sakarin sering digunakan penderita diabetes sebagai pengganti gula karena tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Batas konsumsi sakarin dalam sehari adalah 15 mg/kg berat badan.

Perbedaan Pemanis Buatan dan Alami

Berikut perbedaan pemanis buatan dan alami:

1. Bahan Baku

Pemanis buatan diproduksi menggunakan bahan kimia di laboratorium. Sedangkan pemanis alami berasal dari sumber alami seperti buah-buahan atau tanaman, misalnya tebu.

2. Kandungan Kalori

Pemanis buatan umumnya memiliki sedikit kalori atau tidak ada kalori sama sekali. Sedangkan pemanis alami mengandung kalori. Oleh karena itu, pemanis buatan menjadi alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes. 

Bahaya Mengonsumsi Pemanis Buatan secara Berlebihan

Walaupun mengandung kalori yang lebih rendah, konsumsi pemanis buatan berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi pemanis buatan melebihi batas maksimal harian.

Berikut beberapa bahaya mengonsumsi pemanis buatan berlebihan:

1. Kanker

Berdasarkan penelitian, penggunaan pemanis buatan dalam jangka panjang dapat memicu kanker, seperti kanker payudara dan kanker darah. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

2. Reaksi Alergi

Penggunaan pemanis buatan terutama aspartam juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Beberapa gejala yang terjadi adalah sakit kepala, ruam kulit, diare, dan sulit bernapas.

3. Komplikasi Fenilketonuria

Fenilketonuria adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak dapat memecah fenilalanin. Fenilalanin terdapat pada beberapa pemanis buatan seperti aspartam dan neotam. Oleh karena itu, penderita fenilketonuria sebaiknya menghindari konsumsi pemanis buatan. 

Cara Mengonsumsi Pemanis Buatan dengan Aman

Berikut tips mengonsumsi pemanis buatan dengan aman: 

1. Membatasi Konsumsinya

Konsumsilah pemanis buatan dengan bijak dan tidak melebihi batas maksimal.

2. Perhatikan Reaksi Alergi

Jika muncul tanda-tanda alergi seperti mual, muntah, diare, ruam kulit, dan sesak napas setelah mengonsumsi pemanis buatan, segera hentikan konsumsinya dan periksakan ke dokter.

Rekomendasi Arummi: Susu Kacang Mede yang Rendah Gula

Arummi cashew milk adalah produk rendah gula yang mengandung berbagai zat gizi. Walau rendah gula, rasanya tetap lezat, perpaduan manis dan gurih kacang mede.

Yuk dapatkan Arummi cashew milk di supermarket terdekat!

Author

Hadirkan kebaikan Arummi lebih dekat ke rumahmu

Berawal sebagai merek yang hanya tersedia secara daring, Arummi telah tumbuh dengan stabil dan kini dengan bangga telah tersedia di 360+ supermarket pada area Jabodetabek, Bandung, dan Bali.