Earn the rewards with Arummi at T&S Club

tnsclub

Earn the rewards with Arummi at T&S Club

simple sugars in pink background

Gula Sederhana - Jenis, Sumber Makanan, dan Tips Konsumsinya

Gula sederhana seringkali diidentikkan dengan glukosa atau gula pasir yang sering ditemui dalam rutinitas sehari-hari. Kenyataannya, definisi "gula" di sini lebih kompleks dari yang dibayangkan. Istilah "gula" tidak hanya terbatas pada kristal manis yang ditemui di atas meja, namun merujuk pada berbagai jenis senyawa karbohidrat tak kasat mata.

Mungkin kamu kebingungan karena mengenal gula sebagai sesuatu yang berhubungan dengan makanan manis seperti sirup dan permen, sedangkan sumber karbohidrat bisa berasal dari berbagai jenis makanan seperti nasi dan pasta. Yup, tidak keliru kok! Semua makanan sumber karbohidrat tersebut memang memiliki kandungan gula..

Dalam artikel ini kita akan bahas lebih mendalam tentang gula sederhana, menjelajahi berbagai jenis dan sumbernya, merinci batas konsumsi yang dianjurkan, serta menyelidiki dampak yang mungkin terjadi jika dikonsumsi berlebihan. Tidak hanya itu, artikel ini juga akan membahas tips cerdas untuk mengatur konsumsi gula harian agar tetap seimbang dan mendukung gaya hidupmu agar lebih sehat.

Mengenal Karbohidrat Sederhana atau Gula Sederhana

Karbohidrat memiliki beragam jenis dan dikelompokkan berdasarkan struktur kimianya. Nah, yang membuatnya disebut sederhana adalah karena bentuk molekulnya yang simpel. Bentuk molekul yang simpel ini dapat membuat proses pencernaan dan penyerapannya lebih cepat untuk dijadikan sumber energi oleh tubuh.

Tidak semua gula itu sama, lho! Jadi, jangan lagi beranggapan semua gula itu glukosa. Meski begitu, setiap glukosa pasti termasuk dalam golongan gula. Oleh karena itu, perlu bagi kita mengetahui perbedaannya.

Macam-macam Gula Sederhana dan Sumbernya

Gula sederhana dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu monosakarida dan disakarida. Setiap kelompok ini punya beberapa jenis yang menarik untuk dijelajahi. Yuk, kita gali lebih dalam!

1. Monosakarida

Monosakarida merupakan gula sederhana yang memiliki struktur paling dasar. Berikut 3 jenis gula yang termasuk dalam golongan monosakarida:

a. Glukosa

Glukosa merupakan jenis gula yang bisa dipakai oleh tubuh menjadi sumber energi secara instan. Bisa diperoleh dengan mengonsumsi nasi, mie, ubi, dan roti.

b. Fruktosa

Fruktosa dijuluki sebagai gula paling manis. Biasa ditemukan pada madu dan buah-buahan.

c. Galaktosa

Galaktosa memiliki rasa yang tidak terlalu manis. Biasanya ditemui pada susu, termasuk dalam ASI.

Disakarida

Disakarida adalah jenis karbohidrat yang terbentuk dari gabungan 2 monosakarida. Berikut 3 jenis gula yang termasuk dalam golongan disakarida:

a. Maltosa

Maltosa merupakan gabungan 2 Glukosa. Biasanya ditemukan pada produk malt (kecambah biji-bijian serealia yang dikeringkan).

b. Sukrosa

Sukrosa terdiri atas molekul Glukosa dengan Fruktosa. Ini adalah gula pasir yang sering kamu temui di meja dapur rumah tangga.

c. Laktosa

Laktosa adalah gabungan dari Glukosa dengan Galaktosa. Gula ini dapat ditemukan pada susu dan dairy products.

Batas Konsumsi Gula Harian

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, batasan konsumsi gula adalah 10% dari total kebutuhan harian. Untuk mempermudah perhitungan, dianjurkan agar tidak mengonsumsi gula lebih dari 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan dalam sehari. Penting untuk diingat bahwa batasan ini tidak hanya untuk added sugar saja, termasuk gula alami yang terkandung dalam makanan.

Bahaya Konsumsi Gula secara Berlebihan

Penetapan batasan konsumsi gula bertujuan untuk menjaga asupannya, karena memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Gula sederhana yang dikonsumsi berlebihan dapat memberikan kontribusi pada berbagai risiko kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Tips Mengatur Konsumsi Gula Sederhana

Mengurangi konsumsi gula dalam makanan sehari-hari bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang. Berikut 4 langkah praktis yang bisa kamu terapkan:

  1. Kurangi konsumsi makanan ultra proses yang cenderung tinggi gula sebagai camilan, lalu beralih pada makanan asli seperti buah-buahan segar.
  2. Batasi konsumsi makanan atau minuman yang memiliki gula tambahan, seperti minuman bersoda dan jus buah kemasan.
  3. Baca informasi nilai gizi pada setiap produk kemasan makanan untuk mengetahui asupan gula dalam setiap sajian makanan yang dikonsumsi.
  4. Adopsi gaya hidup sehat secara menyeluruh dengan mengelola porsi makan, beraktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta mengelola stres.

Konsumsi Produk Rendah Gula!

Nah, untuk kamu yang ingin tetap menikmati kelezatan makanan tanpa harus khawatir dengan kandungan gula berlebih, susu rendah gula adalah salah satu produk yang patut kamu coba!

Rekomendasi Arummi: Susu Kacang Mede Arummi itu Rendah Gula!

Pilihlah opsi susu yang dirancang untuk memberikan nikmatnya susu tanpa memberikan beban berlebih pada kadar gula harianmu. Susu kacang mede dari Arummi bisa jadi pilihan, lho! Dapatkan produknya di supermarket terdekatmu, ya!

Author

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terbaru

Informasi Kesehatan & Nutrisi

Didukung Oleh

Gula sederhana seringkali diidentikkan dengan glukosa atau gula pasir yang sering ditemui dalam rutinitas sehari-hari. Kenyataannya, definisi "gula" di sini lebih kompleks dari yang dibayangkan. Istilah "gula" tidak hanya terbatas pada kristal manis yang ditemui di atas meja, namun merujuk pada berbagai jenis senyawa karbohidrat tak kasat mata.

Mungkin kamu kebingungan karena mengenal gula sebagai sesuatu yang berhubungan dengan makanan manis seperti sirup dan permen, sedangkan sumber karbohidrat bisa berasal dari berbagai jenis makanan seperti nasi dan pasta. Yup, tidak keliru kok! Semua makanan sumber karbohidrat tersebut memang memiliki kandungan gula..

Dalam artikel ini kita akan bahas lebih mendalam tentang gula sederhana, menjelajahi berbagai jenis dan sumbernya, merinci batas konsumsi yang dianjurkan, serta menyelidiki dampak yang mungkin terjadi jika dikonsumsi berlebihan. Tidak hanya itu, artikel ini juga akan membahas tips cerdas untuk mengatur konsumsi gula harian agar tetap seimbang dan mendukung gaya hidupmu agar lebih sehat.

Mengenal Karbohidrat Sederhana atau Gula Sederhana

Karbohidrat memiliki beragam jenis dan dikelompokkan berdasarkan struktur kimianya. Nah, yang membuatnya disebut sederhana adalah karena bentuk molekulnya yang simpel. Bentuk molekul yang simpel ini dapat membuat proses pencernaan dan penyerapannya lebih cepat untuk dijadikan sumber energi oleh tubuh.

Tidak semua gula itu sama, lho! Jadi, jangan lagi beranggapan semua gula itu glukosa. Meski begitu, setiap glukosa pasti termasuk dalam golongan gula. Oleh karena itu, perlu bagi kita mengetahui perbedaannya.

Macam-macam Gula Sederhana dan Sumbernya

Gula sederhana dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu monosakarida dan disakarida. Setiap kelompok ini punya beberapa jenis yang menarik untuk dijelajahi. Yuk, kita gali lebih dalam!

1. Monosakarida

Monosakarida merupakan gula sederhana yang memiliki struktur paling dasar. Berikut 3 jenis gula yang termasuk dalam golongan monosakarida:

a. Glukosa

Glukosa merupakan jenis gula yang bisa dipakai oleh tubuh menjadi sumber energi secara instan. Bisa diperoleh dengan mengonsumsi nasi, mie, ubi, dan roti.

b. Fruktosa

Fruktosa dijuluki sebagai gula paling manis. Biasa ditemukan pada madu dan buah-buahan.

c. Galaktosa

Galaktosa memiliki rasa yang tidak terlalu manis. Biasanya ditemui pada susu, termasuk dalam ASI.

Disakarida

Disakarida adalah jenis karbohidrat yang terbentuk dari gabungan 2 monosakarida. Berikut 3 jenis gula yang termasuk dalam golongan disakarida:

a. Maltosa

Maltosa merupakan gabungan 2 Glukosa. Biasanya ditemukan pada produk malt (kecambah biji-bijian serealia yang dikeringkan).

b. Sukrosa

Sukrosa terdiri atas molekul Glukosa dengan Fruktosa. Ini adalah gula pasir yang sering kamu temui di meja dapur rumah tangga.

c. Laktosa

Laktosa adalah gabungan dari Glukosa dengan Galaktosa. Gula ini dapat ditemukan pada susu dan dairy products.

Batas Konsumsi Gula Harian

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, batasan konsumsi gula adalah 10% dari total kebutuhan harian. Untuk mempermudah perhitungan, dianjurkan agar tidak mengonsumsi gula lebih dari 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan dalam sehari. Penting untuk diingat bahwa batasan ini tidak hanya untuk added sugar saja, termasuk gula alami yang terkandung dalam makanan.

Bahaya Konsumsi Gula secara Berlebihan

Penetapan batasan konsumsi gula bertujuan untuk menjaga asupannya, karena memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Gula sederhana yang dikonsumsi berlebihan dapat memberikan kontribusi pada berbagai risiko kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Tips Mengatur Konsumsi Gula Sederhana

Mengurangi konsumsi gula dalam makanan sehari-hari bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang. Berikut 4 langkah praktis yang bisa kamu terapkan:

  1. Kurangi konsumsi makanan ultra proses yang cenderung tinggi gula sebagai camilan, lalu beralih pada makanan asli seperti buah-buahan segar.
  2. Batasi konsumsi makanan atau minuman yang memiliki gula tambahan, seperti minuman bersoda dan jus buah kemasan.
  3. Baca informasi nilai gizi pada setiap produk kemasan makanan untuk mengetahui asupan gula dalam setiap sajian makanan yang dikonsumsi.
  4. Adopsi gaya hidup sehat secara menyeluruh dengan mengelola porsi makan, beraktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta mengelola stres.

Konsumsi Produk Rendah Gula!

Nah, untuk kamu yang ingin tetap menikmati kelezatan makanan tanpa harus khawatir dengan kandungan gula berlebih, susu rendah gula adalah salah satu produk yang patut kamu coba!

Rekomendasi Arummi: Susu Kacang Mede Arummi itu Rendah Gula!

Pilihlah opsi susu yang dirancang untuk memberikan nikmatnya susu tanpa memberikan beban berlebih pada kadar gula harianmu. Susu kacang mede dari Arummi bisa jadi pilihan, lho! Dapatkan produknya di supermarket terdekatmu, ya!

Author

Hadirkan kebaikan Arummi lebih dekat ke rumahmu

Berawal sebagai merek yang hanya tersedia secara daring, Arummi telah tumbuh dengan stabil dan kini dengan bangga telah tersedia di 360+ supermarket pada area Jabodetabek, Bandung, dan Bali.